Konsep Apa Yang Tersimpan Di Balik Kata Khilafah?

Konsep Apa Yang Tersimpan Di Balik Kata Khilafah?

Konsep khilafah dapat digambarkan dalam sebuah definisi yang bisa mencakup segala hal yang ada dalam jangkauan komprehensinya (jami’) dan memberi batasan yang pas pada garis yang menjadi ekstensinya (mani’). Para ulama membahasakan konsep khilafah dengan berbagai redaksi yang berbeda namun maknanya saling berdekatan. Taqiyyuddin An-Nabhani mendefinisikan khilafah sebagai:

“kepemimpinan umum bagi seluruh kaum muslimin di dunia yang diselenggarakan untuk menerapkan hukum-hukum syariat Islam dan mengemban dakwah Islam ke seluruh penjuru dunia”.[1]

Definisi khilafah di atas mengandung tiga unsur yang menyatu kemudian membentuk satu konsep yang utuh. Tiga unsur itu adalah: pertama, kepemimpinan umum atas seluruh umat Islam di dunia; kedua, kepemimpinan yang bertugas untuk menegakkan syariat Islam; ketiga, kepemimpinan yang mengemban tugas menyebarkan Islam ke seluruh penjuru dunia.

Berpijak pada definisi di atas, status hukum khilafah dalam Islam tergantung pada tiga hal tersebut. Jika terdapat dalil-dalil syara’ yang mewajibkan ketiga perkara yang terkandung dalam pengertian khilafah itu, maka kita dapat mengambil kesimpulan bahwa apa yang dimaksud oleh kata khilafah itu memang wajib dilaksanakan. Jika sebaliknya, maka khilafah memang bukan perkara yang disyariatkan.

Bersambung ke: Kewajiban adanya kepemimpinan umum bagi seluruh kaum muslimin

Kembali ke Artikel Induk: Pertanyaan Yang Menjebak: Mana Nash Yang Menyebut Wajibnya Khilafah?


[1] An Nabhani, Nidzomul Hukmi fil Islam (Beirut: Darul Ummah, 2002) hal. 34